Asma ul Husna

29 November 2012

Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

No. Nama Arab Indonesia Inggris
1 Allah الله The God
2 Ar Rahman الرحمن Yang Memiliki Mutlak sifat Pengasih The All Beneficent
3 Ar Rahiim الرحيم Yang Memiliki Mutlak sifat Penyayang The Most Merciful
4 Al Malik الملك Yang Memiliki Mutlak sifat Merajai/Memerintah The King, The Sovereign
5 Al Quddus القدوس Yang Memiliki Mutlak sifat Suci The Most Holy
6 As Salaam السلام Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Kesejahteraan Peace and Blessing
7 Al Mu`min المؤمن Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Keamanan The Guarantor
8 Al Muhaimin المهيمن Yang Memiliki Mutlak sifat Pemelihara The Guardian, the Preserver
9 Al `Aziiz العزيز Yang Memiliki Mutlak Kegagahan The Almighty, the Self Sufficient
10 Al Jabbar الجبار Yang Memiliki Mutlak sifat Perkasa The Powerful, the Irresistible
11 Al Mutakabbir المتكبر Yang Memiliki Mutlak sifat Megah, Yang Memiliki Kebesaran The Tremendous
12 Al Khaliq الخالق Yang Memiliki Mutlak sifat Pencipta The Creator
13 Al Baari` البارئ Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan) The Maker
14 Al Mushawwir المصور Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Membentuk Rupa (makhluknya) The Fashioner of Forms
15 Al Ghaffaar الغفار Yang Memiliki Mutlak sifat Pengampun The Ever Forgiving
16 Al Qahhaar القهار Yang Memiliki Mutlak sifat Memaksa The All Compelling Subduer
17 Al Wahhaab الوهاب Yang Memiliki Mutlak sifat Pemberi Karunia The Bestower
18 Ar Razzaaq الرزاق Yang Memiliki Mutlak sifat Pemberi Rejeki The Ever Providing
19 Al Fattaah الفتاح Yang Memiliki Mutlak sifat Pembuka Rahmat The Opener, the Victory Giver
20 Al `Aliim العليم Yang Memiliki Mutlak sifat Mengetahui (Memiliki Ilmu) The All Knowing, the Omniscient
21 Al Qaabidh القابض Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menyempitkan (makhluknya) The Restrainer, the Straightener
22 Al Baasith الباسط Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Melapangkan (makhluknya) The Expander, the Munificent
23 Al Khaafidh الخافض Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Merendahkan (makhluknya) The Abaser
24 Ar Raafi` الرافع Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Meninggikan (makhluknya) The Exalter
25 Al Mu`izz المعز Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Memuliakan (makhluknya) The Giver of Honor
26 Al Mudzil المذل Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menghinakan (makhluknya) The Giver of Dishonor
27 Al Samii` السميع Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mendengar The All Hearing
28 Al Bashiir البصير Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Melihat The All Seeing
29 Al Hakam الحكم Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menetapkan The Judge, the Arbitrator
30 Al `Adl العدل Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Adil The Utterly Just
31 Al Lathiif اللطيف Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Lembut The Subtly Kind
32 Al Khabiir الخبير Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengetahui Rahasia The All Aware
33 Al Haliim الحليم Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penyantun The Forbearing, the Indulgent
34 Al `Azhiim العظيم Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Agung The Magnificent, the Infinite
35 Al Ghafuur الغفور Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pengampun The All Forgiving
36 As Syakuur الشكور Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pembalas Budi (Menghargai) The Grateful
37 Al `Aliy العلى Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tinggi The Sublimely Exalted
38 Al Kabiir الكبير Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Besar The Great
39 Al Hafizh الحفيظ Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menjaga The Preserver
40 Al Muqiit المقيت Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemberi Kecukupan The Nourisher
41 Al Hasiib الحسيب Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Membuat Perhitungan The Reckoner
42 Al Jaliil الجليل Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia The Majestic
43 Al Kariim الكريم Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemurah The Bountiful, the Generous
44 Ar Raqiib الرقيب Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengawasi The Watchful
45 Al Mujiib المجيب Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengabulkan The Responsive, the Answerer
46 Al Waasi` الواسع Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Luas The Vast, the All Encompassing
47 Al Hakiim الحكيم Yang Memiliki Mutlak sifat Maka Bijaksana The Wise
48 Al Waduud الودود Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pencinta The Loving, the Kind One
49 Al Majiid المجيد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia The All Glorious
50 Al Baa`its الباعث Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Membangkitkan The Raiser of the Dead
51 As Syahiid الشهيد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menyaksikan The Witness
52 Al Haqq الحق Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Benar The Truth, the Real
53 Al Wakiil الوكيل Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memelihara The Trustee, the Dependable
54 Al Qawiyyu القوى Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kuat The Strong
55 Al Matiin المتين Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kokoh The Firm, the Steadfast
56 Al Waliyy الولى Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Melindungi The Protecting Friend, Patron, and Helper
57 Al Hamiid الحميد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Terpuji The All Praiseworthy
58 Al Mushii المحصى Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengkalkulasi The Accounter, the Numberer of All
59 Al Mubdi` المبدئ Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memulai The Producer, Originator, and Initiator of all
60 Al Mu`iid المعيد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengembalikan Kehidupan The Reinstater Who Brings Back All
61 Al Muhyii المحيى Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menghidupkan The Giver of Life
62 Al Mumiitu المميت Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mematikan The Bringer of Death, the Destroyer
63 Al Hayyu الحي Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Hidup The Ever Living
64 Al Qayyuum القيوم Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mandiri The Self Subsisting Sustainer of All
65 Al Waajid الواجد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penemu The Perceiver, the Finder, the Unfailing
66 Al Maajid الماجد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia The Illustrious, the Magnificent
67 Al Wahiid الواحد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Esa The One, the All Inclusive, the Indivisible
68 As Shamad الصمد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta The Self Sufficient, the Impregnable, the Eternally Besought of All, the Everlasting
69 Al Qaadir القادر Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan The All Able
70 Al Muqtadir المقتدر Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Berkuasa The All Determiner, the Dominant
71 Al Muqaddim المقدم Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mendahulukan The Expediter, He who brings forward
72 Al Mu`akkhir المؤخر Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengakhirkan The Delayer, He who puts far away
73 Al Awwal الأول Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Awal The First
74 Al Aakhir الأخر Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Akhir The Last
75 Az Zhaahir الظاهر Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Nyata The Manifest; the All Victorious
76 Al Baathin الباطن Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Ghaib The Hidden; the All Encompassing
77 Al Waali الوالي Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memerintah The Patron
78 Al Muta`aalii المتعالي Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tinggi The Self Exalted
79 Al Barri البر Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penderma The Most Kind and Righteous
80 At Tawwaab التواب Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penerima Tobat The Ever Returning, Ever Relenting
81 Al Muntaqim المنتقم Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penyiksa The Avenger
82 Al Afuww العفو Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemaaf The Pardoner, the Effacer of Sins
83 Ar Ra`uuf الرؤوف Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pengasih The Compassionate, the All Pitying
84 Malikul Mulk مالك الملك Yang Memiliki Mutlak sifat Penguasa Kerajaan (Semesta) The Owner of All Sovereignty
85 Dzul Jalaali Wal Ikraam ذو الجلال و الإكرام Yang Memiliki Mutlak sifat Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan The Lord of Majesty and Generosity
86 Al Muqsith المقسط Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Adil The Equitable, the Requiter
87 Al Jamii` الجامع Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengumpulkan The Gatherer, the Unifier
88 Al Ghaniyy الغنى Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Berkecukupan The All Rich, the Independent
89 Al Mughnii المغنى Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Kekayaan The Enricher, the Emancipator
90 Al Maani المانع Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mencegah The Withholder, the Shielder, the Defender
91 Ad Dhaar الضار Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Derita The Distressor, the Harmer
92 An Nafii` النافع Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Manfaat The Propitious, the Benefactor
93 An Nuur النور Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya) The Light
94 Al Haadii الهادئ Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemberi Petunjuk The Guide
95 Al Baadii البديع Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pencipta Incomparable, the Originator
96 Al Baaqii الباقي Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kekal The Ever Enduring and Immutable
97 Al Waarits الوارث Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pewaris The Heir, the Inheritor of All
98 Ar Rasyiid الرشيد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pandai The Guide, Infallible Teacher, and Knower
99 As Shabuur الصبور Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Sabar The Patient, the Timeless


10 kriteria aliran dikatakan sesat menurut MUI

22 November 2012

Bagaimana caranya menentukan suatu kelompok merupakan aliran sesat?
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan 10 kriterianya. Pedoman agar tidak tersesat. Pedoman identifikasi aliran sesat dikemukakan dalam penutupan rakernas MUI di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (6/11/2007).
Berikut kriterianya:
1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6.
2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alquran dan sunnah.
3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.
4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.
5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.
6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam.
7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.
8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir.
9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat wajib tidak 5 waktu.
10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

 

Sumber:
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/06/time/123242/idnews/849046/idkanal/10


Salsilah /hadiyah alfatihah /TAWASSUL jamiyyah NURUL HIKMAH

28 Mei 2012

1. ilaa hadrotin nabiyil mustofa sayidina muhamadin rosullulah s.a.w . al-fatehah…

2. ilaa hadrotin liruuhi ash-habihi rosulluloh s.a.w sayidina abu bakar,wa umar,wa ustman,wa ali,rodialohu anhum al-fatehah…

3. ilaa hadroti liruuhi jamiil anbiyai wal mursalina wal malaikatil muqorobin wasy syuhadai wal auliai wash sholihina wa masyaikhina fidnii min masyariqhi ardi ilaa magribiha al-fatehah…

4. Khususon ilaa hadroti sulthono waliyullah syaikh maulana abdul qodir aljailani
al-fatihah…

5. Khususon ilaa hadroti Sulthonul Hikmah  syaikh joko purwanto bin haady al jawi
al-fatihah…

6. ilaa hadroti auliyai ta’ala syaikhina kiromi,syaikhina toha,syaikhina raden ateng thasyauf,syaikhina abdul jabbar al-fatehah…

7. assalamu alaikum yaa ahlal baitunubuwah wa ma zainirisalah sayidina wa habibina,wa syafi’ina,wa maulana,min yaumina hadza ilaa yaumil qiyamah ajengan sultan maulana hassanudin banten al-fatehah…

8. asalamu’alaikum yaa ahlal badala ya ahlan naqoba
assalamu’ alayya ahlan nujaza
assalamu’ alaikum ya auhadaz zaman
assalamu’ alaikum ya badarot tamam
assalama’ alaikum ya sahabuddun ya waddin al-fatehah……..

9. ilaa hadroti sadaatina ahli jawi khususon KANJENG SINUHUN GUNUNG JATI CIREBON, SYEIKH SYARIF HIDAYATULLOH,wa jami’i usholatina ahli cirebon wa ila sultan raja sulaiman wa ila dzatul kahfi wa ila sunan giri wa jami’i auliyai tis ati fii hawalihim wa jami’i ushulihim wa furuhim wa ahli baitihim wa liman ahsana ilaihim walima zaroo’a ilaihim wa liman talaqo ilaihim min humul ulum al-fatehah…

10. wa ilaa arwahi abiina wa umiina wa jaddinaa wa jaddatinaa wa ahlina wa karoo bathinaa wali ustadzina wali jami’il muslimina wal muslimat wal mukminina wal mukminat al-ahyai minhum wal amwati min laduna adam ilaa yaumil qiyamah al-fatehah…


Ayo kupas mitos bank ghoib.

20 Februari 2012

sampai saat ini masih saja banyak orang tertipu dengan modus “Bank Ghoib” bagi orang-orang yang ingin mencari jalan pintas untuk mendapatkan kekayaan yang berlimpah secara instan.
kondisi negara saat ini yang benar-benar parah dan sangat memprihatinkan, sehingga dimanfaatkan sebaik-baiknya para oknum yang mencari keuntungan.
bank ghoib dengan cara mengeluarkan uang dari alam ghoib adalah langkah-langkah syaithon yang mustahil bisa terjadi.
kalaupun ada yang benar-benar pernah mengalami kejadian tersebut pastilah itu hanya trik atau sihir yang tak bisa memberikan manfaat untuk kehidupan.
berikut daftar kerugian bagi penempuh ritual bank ghoib:
1. kerugian materi yang digunakan untuk
a- uborampe ritual menyan,kembang, minyak khusus yang harganya jutaan.
b- mahar untuk dukun yang sampai puluhan juta.
2. kerugian waktu
3. kerugian nonfisik seperti digigit nyamuk dan ular sewaktu ritual didalam goa.
4. melakukan perbuatan yang menyimpang dari norma agama.
5. terjangkit penyakit jiwa


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H

3 September 2011

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H

Mohon Maaf Lahir dan Batin


seseorang yang sudah melaksanakan ibadah namun mendapatkan gangguan dari jin / Syaithon, mengapa bisa terjadi ?

22 Oktober 2010

frekuensi ibadah dapat dijadikan sebagai tanda tingkat ketaqwaan seseorang, namun
tidak berarti jin, terutama iblis tinggal diam terhadap orang yang alim. Kata ulama,
semakin alim tingkat kesalehan seseorang, maka semakin alim dan berambisi pula iblis
yang mau mengganggunya. Tapi ingat!, gangguannya tidak bersifat real, lebih berupa
dorongan atau bisikan untuk melakukan perbuatan tidak baik. Oleh sebab itu, jika kita
merasakan ada dorongan kepada hal-hal yang tidak baik, sebetulnya kita sedang diganggu
iblis, maka cepat-cepatlah beristigfar untuk mengingat Allah.

Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa ibadah dapat membuat pelakunya menjadi tenang,
terhindar dari perbuatan yang tidak baik. Tetapi, ketenangan itu secara psikologis tidak
dapat dipisahkah dari imajinasi, dan halusinasi yang yang diciptakan sendiri oleh
individu yang bersangkutan. Besar kemungkinan orang yang beribadah dan masih takut atau
diganggu iblis/jin, karena dia selalu waswas. Atau kehadiran dirinya di sisi Allah pada
saat beribdah lebih bersifat formalistik, tidak diikuti dengan kehadirian jiwa, iman,
dan kepercayaan utuh bahwa Allah akan selalu menjaga kita. Oleh sebab itu, sebaiknya,
dalam beribadah seperti yang ditekankan banyak ustadz, agar kita memupuk rasa kedekatan
diri dengan Allah agar kita selalu merasa dijaga oleh-Nya, dan agar kita merasa aman
dari segala gangguan jin/iblis.



Meniti kesempurnaan iman

27 April 2010

Silakan Download Ebook  Meniti Kesempurnaan Iman

Buku ini merupahan Sanggahan terhadap Ulama Wahabi(salafi palsu) yang telah memberikan Fatwa-fatwa atas dasar Kedangkalan Ilmu dan Nafsu kepentingan Duniawi.

Meniti kesempurnaan Iman

Meniti kesempurnaan Iman

Download


Hizib Bahr Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzili

10 April 2010

Hizib Bahr

بِسْمِ اللهِ الَّرحْمَنِ الرَّحْيْمِ. اَللَّهُمَّ يَاالله يَاعَلِيُّ يَاعَظِيْمُ يَاحَلِيْمُ يَاعَلِيْمُ. اَنْتَ رَبِّيْ وَعِلْمُكَ حَسْبِيْ فَنِعْمَ الرَّبُّ رَبِّيْ وَنِعْمَ اْلحَسْبُ حَسْبِيْ تَنْصُرُ مَنْ تَشَاءُ وَاَنْتَ اْلعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ. نَسْاَلُكَ الْعِصْمَةَ فِى الْحَرَكَاتِ وَالسَّكَنَاتِ وَالْكَلِمَاتِ وَالْاِرَادَاتِ وَالْخَطَرَاتِ.مِنَ الشُّكُوْكِ وَالظُّنُوْنِ وَاْلاَوْهَامِ السَّاتِرَةِ لِلْقُلُوْبِ عَنْ مُطَالَعَةِ الْغُيُوْبِ فَقَدِ (ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُوْنَ وَزُلْزِلُوْا زِلْزَالاً شَدِيْدًا)(وَاِذْ يَقُوْلُ اْلمُنَافِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِى قُلُوْبِهِمْ مَرَضُ مَا وَعَدَنَا اللهُ وَرَسُوْلُهُ اِلاَّغُرُوْرًا) فَثَبِّتْنَا وَانْصُرْنَا وَسَخِّرْلَنَا هَذَا اْلبَحْرَ كَمَا سَخَّرْتَ اْلبَحْرَ لمُوْسَى وَسَخَّرْتَ النَّارَ ِلاِبْرَاهِيْمَ وَسَخَّرْتَ اْلجِبَالَ وَاْلحَدِيْدَ لِدَاوُدَ وَسَخَّرْتَ الرِّيْحَ وَالشَّيَاطِيْنَ وَاْلجِنَّ لِسُلَيْمَانَ وَسَخِّرْلَنَا كُلَ بَحْرٍهُوَ لَكَ فِى اْلاَرْضِ وَالسَّمَاءِ وَاْلمُلْكِ وَ اْلمَلَكُوْتِ وَبَحْرَ الدُّنْبَا وَبَحْرَ اْلاخِرَةِ وَسَخِرْلَنَا كُلََّ شَيْءٍ. يَامَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوْتُ كُلُّ شَيْءٍ (كهيعص)(ثَلاَثًا) اُنْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْلَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ اْلغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ اْلقَوْمِ الظَّاِلمِيْنَ وَهَبْ لَنَا رِيْحًا طَيْبَةً كَمَا هِيَ فِى عِلْمِكَ وَانْشُرْهَا عَلَيْنَا مِنْ خَزَاِئنِ رَحْمَتِكَ وَاحْمِلْنَا بِهَا حَمْلَ اْلكَرَا مَةِ مَعَ السَّلاَمَةِ وَ الْعَافِيَةِ فِي الدِّ يْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. اَللَّهُمَّ يَسِّرْلَنَا اُمُوْرَنَا مَعَ الرَّاحَةِ لِقُلُوْبِنَا وَاَبْدَانِنَا وَالسَّلاَمَةِ وَاْلعَافِيَةِ فِى دِيْنِنَا وَدُنْيَانَا وَكُنْ لَنَا صَاحِبًا فِى سَفَرِنَا وَخَلِيْفَةً فِى اَهْلِنَا, وَاطْمِسْ عَلَى وُجُوْهِ اَعْدَائِنَا وَامْسَخْهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِِمْ فَلاَ يَسْتَطِيْعُوْنَ اْلمُضِيَّ وَلاَاْلمجَِيْ ءَ اِلَيْنَا (وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوْا الصِّرَاطَ فَانَّى يُبْصِرُوْنَ* وَلَوْنَشَآءُ لمََسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَااسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَلاَيَرْجِعُوْنَ (يس وَاْلقُرْآنِ الْحَكِيْمِ* اِنَكَ لَمِنَ اْلمُرْسَلِيْنَ* عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ* تَنْزِيْلَ اْلعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ* لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا اُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُوْنَ* لَقَدْحَقَّ اْلقَوْلُ عَلَى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لاَيُؤْمِنُوْنَ* اِنَاجَعَلْنَا فِى اَعْنَاقِهِمْ اَغْلاَلاً فِهَيَ اِلَى اْلاَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُوْنَ* وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنَهُمْ فَهُمْ لاَيُبْصِرُوْنَ* شَاهَتِ اْلوُجُوْهُ(ثَلاَثًا) وَعَنَتِ اْلوُجُوْهُ لِلْحَيِّ اْلقَيُّوْمِ. وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا(طس)(حم. عسق)(مَرَجَ اْلبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ* بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لاَيَبْغِيَانِ)(حم)(سَبْعًا) حُمَّ اْلاَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرَ, فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُوْنَ (حم* تَنْزِيْلُ الْكِتَابِ مِنَ اللهِ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ* غَافِرِالذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِى الطَّوْلِ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ. اِلَيْهِ الْمَصِيْرُ)(بِسْمِ اللهِ)باَبُنَا(تَبَارَكَ) حِيْطَانُنَا(يَس) سَقْفُنَا(كَهَيَعَصَ) كِفَايَتُنَا(حم.عسق) حِمَايَتُنَا(فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ)سِتْرُ الْعَرْشِ مَسْبُوْلٌ عَلَيْنَا وَعَيْنُ اللهِ نَاظِرَةٌ اِلَيْنَا بِحَوْلِ اللهِ لاَيُقْدَرُ عَلَيْنَا (وَاللهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مَحْفُيْطٍ . بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيْدٌ . فِى لَوْحٍ مَحْفُوْظٍ) (فاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ) (ثَلاَثًا) (اِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتَابَ . وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ) (حَسْبِيَ اللهُ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ) (ثَلاَثًا) بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (ثَلاَثًا) وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ ( اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ , يَآ ايُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا) (الله لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ….dst. )

Ayat kursi sebaiknya dibaca dengan satu nafas

يَااللهُ يَانُوْرُ يَاحَقُّ يَامُبِيْنُ , اُكْسُنِيْ مِنْ نُوْرِكَ وَعَلِّمْنِيْ مِنْ عِلْمِكَ وَاَفْهِمْنِيْ عَنْكَ وَاَسْمِعْنِيْ مِنْكَ وَبَصِّرْنِيْ بِكَ وَاَقِمْنِيْ بِشُهُوْدِكَ وَعَرِّفْنِيْ الطَّرِيْقَ اِلَيْكَ وَ هَوِّنْهَا عَلَيَّ بِفَضْلِكَ وَاَلْبِسْنِيْ لِبَاسَ التَّقْوَى مِنْكَ. اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, يَاسَمِيْعُ يَاعَلِيْمُ يَاحَلِيْمُ يَاعَلِيُّ يَاعَظِيْمُ يَااللهُ اِسْمَعْ دُعَاِئْ بِخَصَائِصِ لُطْفِكَ آمِيْنَ. اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كَلِّهَا مِنْ شَرِّ مَاخَلَقَ ( ثَلاَثًا ) يَاعَظِيْمَ السُّلْطَانِ , يَاقَدِيْمَ اْلاِحْسَانِ يَادَائِمَ النَّعْمَاءِ يَابَاسِطَ الرِّزْقِ يَاكَثِيْرَ الْحَيْرَاتِ يَاوَاسِعَ الْعَطَاءِ يَادَافِعَ الْبَلاَءِ وَيَاسَامِعَ الدُّعَاءِ يَاحَاضِرًا لَيْسَ بِغَائِبٍ يَامَوْجُوْدًا عِنْدَ الشَّدَائِدِ يَاخَفِيَّ اللُّطْفِ يَالَطِيْفَ الصُّنْعِ , يَاحَلِيْمًا لاَ يَعْجَلُ اِقْضِ حَاجَتِيْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللّهُمَّ اِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نَحْنُ فِيْهِ وَمَانَطْلُبُهُ وَنَرْتَجِيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَ فِى اَمْرِنَا كُلِّهِ . فَيَسِّرْ لَنَا مَا نَحْنُ فِيْهِ مِنْ سَفَرِنَا وَمَانَطْلُبُهُ مِنْ حَوَائِجِنَا وَقَرِّبْ عَلَيْنَا الْمَسَافَاتِ, وَسَلِّمْنَا مِنَ الْعِلَلِ وَالْلآفَا تِ وَلاَ تَجْعَلِ الدُّ نْيَا اَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَمَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَتُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَيَرْحَمُنَا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنّا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.َ


kumpulan ilmu hikmah di kitab nurul hikmah, siapa mau..???

25 Maret 2010

Kitab nurul hikmah, kitab tersebut ternyata masih penulis simpan dengan baik meskipun penulis sudah hafal seluruh isinya.
kitab tersebut biasanya juga dimiliki di seluruh pesantren-pesantren salaf pulau jawa.
sedang penulis sendiri mendapatkan kitab tersebut ijazah dari pesantren juga, karena kebiasan penulis sejak kecil yang suka silaturahmi kepada para alim ulama(kyai-kyai di pesantren).
kitab tersebut tidak serta merta dengan mudah penulis dapatkan, akan tetapi memiliki kenangan tersendiri bagi penulis.
sesuai kaifiyatnya, untuk memiliki kitab tersebut terlebih dahulu penulis melewati beberapa tahapan-tahapan yang harus penulis lalui.
setelah mendapatkan tarbiyah dari kyai. penulis diberikan ijazah nurul hikmah sebanyak 5X dalam waktu 5 minggu yang selama pengijazahan tidak boleh makan dari makanan yang mengandung daging dan telur.
pengijazahan pertama dilakukan proses pembangkitan tenaga dalam nurul hikmah.
pengijazahan kedua diberikan asma nurul hikmah(hawwatu ala nafsi….dst).
pengijazahan ketiga diberikan asma suryani(asma perang) untuk keselamatan.
pengijazahan keempat diberikan hizb maghrobi sebanyak 3 tingkat secara langsung.
pengijazahan kelima diberikan asma sungai rajeh sebanyak 15 amalan kunci.
kemudian ditutup dengan khotaman kitab nurul hikmah.
mengenai kejelasan keilmuan-keilmuan yang terkandung dalam kitab nurul hikmah insya’allah akan penulis share dalam tulisan tersendiri.

kemudian bagi pembaca yang mengiginkan softcopy kitab Nurul Hikmah silakan download klik disini

Untuk yang menginginkan pengijazahan ilmunya bisa menghubungi saya!!
pengijazahan dari saya juga akan dilakukan pembangkitan dan pengisian keilmuannya secara instan(tanpa puasa,wirid) tapi langsung bisa digunakan dan dibuktikan.


Lebih dekat mengenal Yessus melalui alkitab

13 Maret 2010

Islam adalah satu-satunya agama di luar Kristen yang menetapkan pernyataan keimanan percaya kepada Yesus (Isa). Tidak ada seorang Muslim yang bisa dikatakan Muslim jika ia tidak percaya kepada Yesus/Isa sebagai nabi dan rasul Allah). Kami meyakini bahwa ia (Yesus) adalah salah satu rasul Allah SWT. Kami percaya bahwa ia dilahirkan secara mukjizat, tanpa adanya intervensi peran laki-laki, dimana banyak orang-orang Kristen pada masa sekarang yang sudah tidak mempercayai mukjizat itu lagi. Kami percaya bahwa ia mampu menghidupkan orang mati dengan izin Allah. Kami percaya bahwa ia mampu menyembuhkan kebutaan seseorang yang dibawa sejak lahir, dan mampu menyembuhkan penyakit kusta dengan seizin dari Allah SWT. Banyak hal yang sama antara orang-orang Kristen dan orang-orang Muslim, namun begitu, ada hal-hal yang membedakan.

Orang Kristen mengatakan dengan keyakinannya bahwa Yesus Kristus (Isa a.s) adalah Tuhan Yang Maha Kuasa dan Yesus sendiri mengakui perihal ketuhannya. Kenyataannya, jika Anda baca di dalam Alkitab maka tidak terdapat satupun pernyataan di dalam Alkitab yang ada dimana Yesus mengatakan langsung dari dirinya berupa kalimat “Akulah Tuhan”, atau kalimat “Sembahlah aku”. Saya ulangi, tidak ada satu ayatpun di dalam Alkitab dimana Yesus sendiri ada mengatakan langsung dari dirinya berupa kalimat “Akulah Tuhan”, atau kalimat “Sembahlah aku”.

Sebaliknya, jika Anda baca Alkitab, disebutkan di dalam kitab Injil Yohannes, pasal 14 ayat 28, Yesus berkata “… sebab Bapa lebih besar daripada Aku”. Disebutkan di dalam kitab Injil Yohannes, pasal 10 ayat 29, “Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun … “. Di dalam Injil Matius, pasal 12 ayat 28 disebutkan “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah … “. Di dalam Injil Lukas, pasal 11 ayat 20, disebutkan, “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah … “, Disebutkan di dalam kitab Injil Yohannes, pasal 5 ayat 30, “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku”. Yesus tidak pernah menyatakan perihal ketuhanannya. Sebaliknya, Yesus datang untuk menggenapi hukum yang sudah ada sebelumnya (yakni syariat yang dibawa oleh Musa). Sebagaimana yang dijelaskan did alam Injil Matius pasal 5 ayat 17 hingga 20, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena aku berkata kepadamu Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bum ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu, siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga”. Jadi, Yesus berkata jika Anda ingin masuk ke dalam Kerajaan Sorga, maka Anda harus mematuhi setiap ketetapan perintah yang disampaikan oleh Nabi Musa a.s. Anda harus mematuhi setiap perintah yang termuat di dalam Perjanjian Lama termasuk ayat-ayat yang tadi saya kutipkan, yakni bahwa hanya ada satu Tuhan dan Anda dilarang untuk menyembah kepada berhala. Anda juga dilarang untuk membuat gambaran (penampakan/rupa) tentang Dia.

Yesus tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan. Sebaliknya, ia mengatakan bahwa dirinya diutus oleh Tuhan. Dia adalah rasul utusan Tuhan. Disebutkan di dalam kitab Injil Yohannes, pasal 14 ayat 24, “Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku”. Di dalam kitab Injil Yohannes pasal 17 ayat 3, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”. Disebutkan juga di dalam kitab Injil Matius, pasal 19 ayat 16 dan 17, “Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal ?”. Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik ? Hanya satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah”. Maka, jika Anda ingin bisa masuk ke dalam kerajaan surga, patuhilah perintah Tuhan. Yesus tidak pernah mengatakan bahwa jika engkau ingin masuk ke dalam kerajaan surga sembahlah aku sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa. Dia tidak pernah mengatakan bahwa dia akan mati untuk menebus dosa-dosa kalian, sebaliknya dia berkata “Patuhilah perintah Tuhan”.

Lebih jauh, disebutkan di dalam kitab Kisah Para Rasul, pasal 2 ayat 22, “Hai orang-orang Israel, dengarkan perkataan ini. Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazareth, seseorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu”. Ayat tersebut berbunyi, “Yesus dari Nazareth, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah, dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu”.

Dan ketika Yesus ditanya perihal perintah yang pertama, beliau menjawabnya secara lisan dengan mengutip keterangan yang sebelumnya telah disampaikan oleh Nabi Musa a.s, dan ini termuat di dalam kitab Injil Markus, pasal 12 ayat 29, “Shama Israelo Adna ilahaina adna ihat”. Kutipan tersebut dalam bahasa Ibrani artinya “Dengarlah wahai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa”.

Jadi, jika Anda membaca Alkitab maka Anda akan memahami konsep ketuhanan yang benar di dalam agama Kristen.

Saya teringat dengan suatu kejadian yang dialami oleh Maulana Rahmatullah Karanvi. Beliau waktu itu tengah berdiskusi dengan seorang misionaris Kristen yang tengah membuktikan kepadanya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, dan bahwa Yesus Kristus mati untuk menebus dosa-dosa manusia. Setelah diskusi itu berjalan cukup lama tanpa hasil, tiba-tiba seorang pembantu Maulana masuk ruangan dan membisikkan sesuatu ke telinga Maulana. Sontak segera setelah itu, tiba-tiba wajah Maulana berubah menjadi sangat sedih, dia lalu menangis. Misionaris Kristen tersebut merasa heran, lalu bertanya, “Maulana, ada berita buruk apa ?”. Maulana tersebut menjawab dengan nada yang sedih, “Pembantuku baru saja memberitahuku. Dia mendapat kabar bahwa malaikat Jibril telah meninggal”. Mendengar itu, si misionaris Kristen ini serta-merta tertawa terbahak-bahak. Ia berkata kepada Maulana, “Maulana, Anda orang yang cerdas. Bagaimana mungkin Anda bisa percaya dengan hal-hal yang janggal seperti itu? Mana mungkin malaikat bisa mati ?”. Maulana segera menjawab, “Jika Tuhan saja bisa mati, mengapa malaikat tidak bisa mati ?”. Mendengar itu, si misionaris Kristen segera bergegas meninggalkan tempat itu tanpa bicara sedikitpun. Cerita itu adalah suatu bentuk “permainan kecerdasan”.

sumber:

http://netindonesia.net/blogs/agung/pages/8550.aspx


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 80 pengikut lainnya.